kemarin seperti biasa pulang kerja, karena kepala pusing macam mual mual afternoon sickness gitu (kaya orang hamil aje :p) akhirnya melipirlah saya ke pojokkan stasiun sudirman bersama seorang kawan menikmati sepiring gorengan dengan saus kacang pedas yang diharapkan membawa dampak mengurangi pusing saya itu. apadaya, dengan jdwal kereta yg telat-telat mulu dan melihat tumpukkan penumpang gak berkurang2 serta kepala yang masih belum reda pusingnya ini, melipirlah lagi saya ke salah satu convenience store langganan, Lawson yg ada di Jalan Blora.
ngapain? minta dijajanin jayfura sama kawan saya itu haha. ketika jayfura sudah di tangan dan hendak membayar di kasir, disamping saya persis ada pelanggan lain yg hendak membayar juga. yang buat saya bergidik, dia menaruh dua botol minuman keras di depan saya, sebut saja merek guinness dan apa tau satu lagi. menaruhnya di meja kasir tanpa ada perasaan dosa atau apapun. oke saya tahu itu mungkin hak dia, itu uang dia untuk membeli minuman tersebut. tapi apa? Ya Tuhan, saya melirik ke arahnya. umurnya belum mencapai dua puluh tahunan, bahkan saya rasa 17 tahun pun belum. saya cukup lama memperhatikannya, sementara kawan saya itu membayar jajanan kami. sambil keluar dari store itu, pikiran saya melanglang kemana2. sampai saya bersuara sendiri tiba2 tidak hendak mengobrol dan tercekat kepada kawan saya itu, "Mbak, tadi lihat apa yg dibeli anak itu tadi? bir.. sebuah bir..."
Ya Tuhan, saya menghela nafas. betapa mudahnya sekarang mendapatkan sebuah botol minuman laknat itu. tinggal datang ke convenience store terdekat, ambil di rak minuman dingin dan taraaaa, berjejal merk-merk botol dan kaleng minuman keras tinggal dipilih. menyesakkan rasanya melihat deretan itu, yg kadang tanpa saya sadar saya suka bergidik atau mengangkat alis ketika mata menyusuri pilihan minuman ringan yg hendak dibeli. sebuah fenomena di sudut jakarta.
ya di Jakarta, kenapa harus Jakarta? karena Peraturan Daerah-nya membolehkan. catat itu, M-E-M-B-O-L-E-H-K-A-N perdagangan miras-miras di penjuru kota Jakarta. maka jangan heran, kau datang saja ke sudut lawson atau seven eleven
atau Indomaret ketika waktu hampir menjelang 9 malam.. banyak
pemuda-pemudi yg akan menyesap minuman-minuman gila itu. pemuda-pemudi
ibukota meramaikan dunia malam dengan semburan asap rokok dan sesapan
minuman memabukkan.
malam itu, juga sebenarnya tidak ada hak saya melarang anak itu membeli minuman. tidak juga memarahi mas-mas penjaga toko atau mas-mas kasirnya. tidak, bukan. harusnya yang saya marahi sang Pembuat Aturan Daerahnya. siapa? Gubernur DKI. Orang yang paling bertanggungjawab dengan memperbolehkan menjual minuman keras di daerah Ibukota.
berjarak jauhnya 30 km dari ibukota, di kota yang terkenal dengan buah khasnya Belimbing, Kota Depok. kalau disadari kalian tidak akan pernah melihat hal macam diatas. itu bukan tanpa sebab, Peraturan Daerah yang dibuat oleh Walikota dan Jajarannya melarang keras adanya penjualan minuman keras dengan jarak 1 km dari Masjid dan Sekolah. Masjid dan Sekolah adalah bangunan paling banyak yang ditemukan dengan jarak 1 km dari bangunan apapun di seantero Depok, dan itu berarti tidak akan ada yang namanya penjualan miras di kota ini. kita akan dengan nyaman sekali berbelanja tanpa perasaan bergidik atau tercekat macam saya diatas. ya itulah fenomena yang saya temukan di dua kota berbeda.
sebuah berkah untuk kota yang Pemimpinnya menerapkan peraturan demi menjaga penduduknya jauh dari kemaksiatan. karena itulah mengapa, Pemerintah yang baik, maka Rakyatnya pasti akan baik.
karena Bekerja Untuk Indonesia itu, tidak setengah-setengah.
rayung,
30 Januari 2013
Rabu, 30 Januari 2013
Senin, 22 Oktober 2012
kadang mimpi bisa jadi petunjuk (ceilaa)
bismillah.
apakabar? setelah 2 hari terbebas tanpa social media, kini saya come back again untuk utak atik tulisan, yak saya kembali ngariung di mari, setelah sempat deactivate, ganti nama blog, sampe deactivate lagi gegara suatu hal (yg yaah gtuu deh, gak kece pokoknya). apa tuh? hmm itu, gmana ya ceritanya, gara2 catatan saya yg waktu ntu terlalu amat blak-blakan (mengenai perasaan saya-dan catatan itu kini berakhir di daftar draf tulisan-tidak akan di publish lagi pfiuhh) secara mengejutkan dibaca oleh seorang kaka tingkat, kaget. bukan apa2 soalnya abis itu sikapnya berubah 180 derajat, dia unfollow saya, yah dan sebagainya lain gitu. sedih jujur saja. soalnya dia orang yg baik, dan memang begitu. saya cuma takut kalo ada kata2 di post saya yg bikin dia jd bgtu. saya tanya sm kaka tingkat yg lain, ya, ternyata memang kaka itu berubah. entah kenapa. saya cuma takut, kalau.. kalau... saya menghempaskan perasaan orang. yassalam. izzah saya rasanya gak ada. harus apa? sungguh pengen balik lagi kaya semula. *saya banyak dosa kayanya T__T
~nevermind
ehtapi, sebenarnya bukan itu yg mau saya ceritakan di catatan saya ini. trus apah? yep, jd kapan ya, minggu lalu kayanya saya mimpi! ya saya dikasih mimpi sama Allah. mimpi indah (harusnya). iya, harusnya sih indah, tp saya ngerasanya beda. sampe menggigil gitu. emang mimpi apasih? itulo mimpi nikah. N-I-K-A-H. mimpi nikah yang pertama! (okeh saya lebay). hah? ya gitu deh, Allah ngasih tiba-tiba mimpi itu, jadi persisnya itu kejadian saya sebelum H-1 hari pernikahan saya (sm siapa? mau tau aja :p yang jelas orangnya baru saya kenal #apeu --,--"). engingeng, pokoknya dalam mimpi itu segala persiapan sudah matang, udah sip pokoknya, udah siap semua, bajulah dsb., terus yg terjadi kemudian, saya lagi berdiri di depan baju pengantin (and u know what , bajunya ala barat lhoo.. mimpinya aneh emang --,--") saya pegangin bajunya, trus tiba-tiba saya mikir, "Ya Allah, besok saya udah nikah, udah jd istri orang, dia ya yg akan jd suami saya, dia yg akan jagain saya, semua tanggungjawab diri saya ada di dia, dia juga yg akan tahu semua tentang diri saya, luar dalam. dia yang...... juga dia.... (udh ga bisa berkata apa2 lagi)." pokoknya tercekat gitu, trus saya menggigil, iya saya menggigil, yang sebegitunya. pokoknya ketakutan. kaya belum siap. tangan saya jadi biru2 gitu, kaya orang semaput kedinginan (biasanya ini emang gejala saya sih klo lg nervous tingkat tinggi). saya belum siap. iya pokoknya di dalam mimpi saya kaya ga siap untuk nikah, bukan untuk secepat ini. dan terus saya terbangun. sudah selesai mimpinya. cepat, jelas dan gamblang tergambar di pikiran saya. saya masih bisa merasakan se-menggigil apa saya waktu di mimpi. duh gusti. mimpi ini petunjuk ya, mungkin, saya rasa begitu. saya baru saja ingat, ini mimpi saya dapatkan di malam pertama dauroh perpisahan kampus. --,--" duh yung, salah makan apa dah.
dan detik ini juga saya merasa, itu seperti teguran, untuk tak gampang menyatakan diri siap menikah. ternyata, di mimpi saja saya masih sekalut itu, ketakutan yg begitunya. bagaimana jika saya sekarang sedang berproses menuju sana? entah. wallahu'alam. saya jd menggigil tiba2 nih nulis beginian. brrr.. ya pokoknya itu, untuk berproses kesana ternyata tak segampang berkata, "Saya siap.." ada proses2 lainnya yang menyertai, tentang tsaqofah kita, tekad, menjadi pribadi yang siap dilepas dari orangtua, menjadi calon istri yang tak sekedar bahwa bisa menjadi pasangan yg serta merta yakin sesuai teori2 di buku. dan ya begitulah.
"kalau memang sudah siap, pasti, pasti Allah akan buka jalan.." begitu nasihat seorang kaka kepada saya. dan ya kini saya sadari.. mungkin, kelak, jika memang benar saya sudah siap. Allah akan kasih saya mimpi pertanda lagi. semoga. jadi gak bakal keringetan dingin menggigil gitu. mungkin di mimpi saya bakal cerah ceria merona gitu deh (ceilaaaa *genit lu).. hahaha.
well itu saja yang mau saya ceritakan. capek. mau pulang kerja. udah ya, ntar kapan2 lanjut lagi.. hehe, dadah.
wassalam..
regards,
ryw
apakabar? setelah 2 hari terbebas tanpa social media, kini saya come back again untuk utak atik tulisan, yak saya kembali ngariung di mari, setelah sempat deactivate, ganti nama blog, sampe deactivate lagi gegara suatu hal (yg yaah gtuu deh, gak kece pokoknya). apa tuh? hmm itu, gmana ya ceritanya, gara2 catatan saya yg waktu ntu terlalu amat blak-blakan (mengenai perasaan saya-dan catatan itu kini berakhir di daftar draf tulisan-tidak akan di publish lagi pfiuhh) secara mengejutkan dibaca oleh seorang kaka tingkat, kaget. bukan apa2 soalnya abis itu sikapnya berubah 180 derajat, dia unfollow saya, yah dan sebagainya lain gitu. sedih jujur saja. soalnya dia orang yg baik, dan memang begitu. saya cuma takut kalo ada kata2 di post saya yg bikin dia jd bgtu. saya tanya sm kaka tingkat yg lain, ya, ternyata memang kaka itu berubah. entah kenapa. saya cuma takut, kalau.. kalau... saya menghempaskan perasaan orang. yassalam. izzah saya rasanya gak ada. harus apa? sungguh pengen balik lagi kaya semula. *saya banyak dosa kayanya T__T
~nevermind
ehtapi, sebenarnya bukan itu yg mau saya ceritakan di catatan saya ini. trus apah? yep, jd kapan ya, minggu lalu kayanya saya mimpi! ya saya dikasih mimpi sama Allah. mimpi indah (harusnya). iya, harusnya sih indah, tp saya ngerasanya beda. sampe menggigil gitu. emang mimpi apasih? itulo mimpi nikah. N-I-K-A-H. mimpi nikah yang pertama! (okeh saya lebay). hah? ya gitu deh, Allah ngasih tiba-tiba mimpi itu, jadi persisnya itu kejadian saya sebelum H-1 hari pernikahan saya (sm siapa? mau tau aja :p yang jelas orangnya baru saya kenal #apeu --,--"). engingeng, pokoknya dalam mimpi itu segala persiapan sudah matang, udah sip pokoknya, udah siap semua, bajulah dsb., terus yg terjadi kemudian, saya lagi berdiri di depan baju pengantin (and u know what , bajunya ala barat lhoo.. mimpinya aneh emang --,--") saya pegangin bajunya, trus tiba-tiba saya mikir, "Ya Allah, besok saya udah nikah, udah jd istri orang, dia ya yg akan jd suami saya, dia yg akan jagain saya, semua tanggungjawab diri saya ada di dia, dia juga yg akan tahu semua tentang diri saya, luar dalam. dia yang...... juga dia.... (udh ga bisa berkata apa2 lagi)." pokoknya tercekat gitu, trus saya menggigil, iya saya menggigil, yang sebegitunya. pokoknya ketakutan. kaya belum siap. tangan saya jadi biru2 gitu, kaya orang semaput kedinginan (biasanya ini emang gejala saya sih klo lg nervous tingkat tinggi). saya belum siap. iya pokoknya di dalam mimpi saya kaya ga siap untuk nikah, bukan untuk secepat ini. dan terus saya terbangun. sudah selesai mimpinya. cepat, jelas dan gamblang tergambar di pikiran saya. saya masih bisa merasakan se-menggigil apa saya waktu di mimpi. duh gusti. mimpi ini petunjuk ya, mungkin, saya rasa begitu. saya baru saja ingat, ini mimpi saya dapatkan di malam pertama dauroh perpisahan kampus. --,--" duh yung, salah makan apa dah.
dan detik ini juga saya merasa, itu seperti teguran, untuk tak gampang menyatakan diri siap menikah. ternyata, di mimpi saja saya masih sekalut itu, ketakutan yg begitunya. bagaimana jika saya sekarang sedang berproses menuju sana? entah. wallahu'alam. saya jd menggigil tiba2 nih nulis beginian. brrr.. ya pokoknya itu, untuk berproses kesana ternyata tak segampang berkata, "Saya siap.." ada proses2 lainnya yang menyertai, tentang tsaqofah kita, tekad, menjadi pribadi yang siap dilepas dari orangtua, menjadi calon istri yang tak sekedar bahwa bisa menjadi pasangan yg serta merta yakin sesuai teori2 di buku. dan ya begitulah.
"kalau memang sudah siap, pasti, pasti Allah akan buka jalan.." begitu nasihat seorang kaka kepada saya. dan ya kini saya sadari.. mungkin, kelak, jika memang benar saya sudah siap. Allah akan kasih saya mimpi pertanda lagi. semoga. jadi gak bakal keringetan dingin menggigil gitu. mungkin di mimpi saya bakal cerah ceria merona gitu deh (ceilaaaa *genit lu).. hahaha.
well itu saja yang mau saya ceritakan. capek. mau pulang kerja. udah ya, ntar kapan2 lanjut lagi.. hehe, dadah.
wassalam..
regards,
ryw
sweet part :D
bismillah..
ekheem. mmm, cuma mau bilang kalo mau buat saya melambung tinggi mbok ya jangan di depan khalayak ramai (baca: media sosial). ya ndak masalah sebenernya kalo ndak ada yang tau, lha ini kayanya ada yang ngeh deh. tau ndak saya baru baca itu pesannya hari ini, dan suer saya ketawa ngakak.. sambil mesem-mesem merona gtu (yiaks). ah tapi, kok berani banget sih? kok berani-beraninya? ~~~~syalalala
eh suer udah ah, makin lama makin gelo entar ini tulisan.. cuma mau ngasih tau itu aja. well ditunggu ya, tulisannnya (yg baru.. fresh ).
ciao....
regards,
ryw
ekheem. mmm, cuma mau bilang kalo mau buat saya melambung tinggi mbok ya jangan di depan khalayak ramai (baca: media sosial). ya ndak masalah sebenernya kalo ndak ada yang tau, lha ini kayanya ada yang ngeh deh. tau ndak saya baru baca itu pesannya hari ini, dan suer saya ketawa ngakak.. sambil mesem-mesem merona gtu (yiaks). ah tapi, kok berani banget sih? kok berani-beraninya? ~~~~syalalala
eh suer udah ah, makin lama makin gelo entar ini tulisan.. cuma mau ngasih tau itu aja. well ditunggu ya, tulisannnya (yg baru.. fresh ).
ciao....
regards,
ryw
Kamis, 20 September 2012
-begitulah-
“Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku yang telah memilihmu,. Tapi... hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain...”
"Makanya, aku lebih pilih diam.. aku bertahan dengan pilihanku.. menjaga sebisa mungkin, walau hati porak-poranda.."yak, yang porak poranda... dadah hati yang lama..
Sabtu, 25 Agustus 2012
#Mata Ketiga Cinta
Aku telah berjuang untuk melupakanmu
Seperti baru kemarin kau datang dan kita bicara
sambil menatap ubin, dinding dan pohon jambu itu
Kau bilang tak mungkin, sebab
ada yang lebih penting kau selesaikan
Seperti angin yang tak sadar disapa waktu
aku berpura tak mendengar
Dia akan datang, kataku
Tapi katamu, kau akan datang setelah urusan selesai.
Bagaimana kalau dia yang tiba lebih dahulu?
Siapakah yang harus kuabaikan?
Siapa yang perlu kulupakan?
…..
sambil menatap ubin, dinding dan pohon jambu itu
Kau bilang tak mungkin, sebab
ada yang lebih penting kau selesaikan
Seperti angin yang tak sadar disapa waktu
aku berpura tak mendengar
Dia akan datang, kataku
Tapi katamu, kau akan datang setelah urusan selesai.
Bagaimana kalau dia yang tiba lebih dahulu?
Siapakah yang harus kuabaikan?
Siapa yang perlu kulupakan?
…..
(Helvy Tiana Rosa)
Kamis, 23 Agustus 2012
Senin, 02 Juli 2012
This is can be happen, but if....
I always feel like I'm struggling to become someone else. Like I'm trying to find a new place, join a new community, grab hold of a new life, a new personality.. By becoming a different me, I could free myself of everything. The scenery may change, but I'm still the same old incomplete person, without you.. It may not be easy, but if I give it my best shot, perhaps I can manage to change..
yeah, life starts as soon as possible~
Langganan:
Postingan (Atom)