Jumat, 15 Februari 2013

ke(se)nangan itu bermula dari olahraga


olahraga. ya itu adalah salah satu minat saya terhadap sesuatu bidang selain banyak hal lainnya yang menyita perhatian. sebut saja, beberapa olahraga yang saya tekuni semenjak SD sampai beberapa waktu belakangan ini masih saya lakoni yaitu main voli, berenang dan badminton. untuk sepakbola dan basket saya hanya jadi bagian pendukung yang setia tereak tereak menonton di depan tivi atau di pinggir lapangan. 


saya kenal berenang pertamakali sejak kecil banget, sejak masih belum taman kanak-kanak kayanya. itu bisa dijelaskan dengan adanya photo saya dan adek yg lagi anteng kecipak kecipak di kolam renang yang setia dipajang di dinding ruang tamu rumah dr jaman baheula sampe detik ini. --,-- 
itu menjelaskan banyak hal, tentunya. di keluarga saya, yang cuma ber-empat itu, semuanya bisa berenang. saya dan adik dikenalkan dengan air sejak kecil (jelas selain mandi :p), bahkan sudah dicemplungkan ke laut sejak dini juga. alhasil saya masih ingat ketika air laut yg asinnya ga nahan itu masuk ke mulut, dan bapak yang ada malah ketawa-tawa. maksudnya sih baik, biar anaknya ga takut nyemplung berenang. itu wajar, soalnya bapak ibu dua-duanya berasal dari daerah pesisir, jadi berenang bagi mereka adalah suatu keharusan skill yg wajib dimiliki anak-anaknya.
dan bahagianya, anak-anaknya pun suka. :D


selain berenang, saya suka banget main voli. banget. nemu bola aja apagitu yg sebesar bola kaki dan empuk, pasti saya langsung pantul-pantul pake tangan. dulu mah masih bisa passing bawah pake tangan nyampe 20-30 kali mantul gak jatuh-jatuh. waktu SD kelas 3 sampe lulus dan masuk SMP, dikenal sebagai salah satu maestro voli satu sekolahan :P. nilai olahraga saya kalo lagi ambil test voli, selalu bagus. hahaha *hidung mengembang. waktu kuliah pun (bahkan smpe tingkat akhir lg nyusun TA) masih aja ngebela kejuaraan voli antar program studi yg diadain ama himpunan jurusan. mainnya juga cool aja, tetep pake rok panjang, manset dan jilbab. gak pake celana training2an, dan bahagianya kagak diprotes sm wasit. haha. menang? gak sih cuma ampe semifinal doang, hiks.


selain voli, olahraga rutin lain yg masih dilakoni yaitu maen badminton. ah ini mah favorit sm sodari2 satu angkatan. dulu, tiap sabtu/minggu jdwal rutinan kita jualan di balairung untuk cari dana buat dauroh dsb, yg akhwat2 jagain tempat juga jajain dagangan sambil main badminton, nah yg ikhwan disuruh ngider2 muterin rektorat sama balairung ahaha. seringnya, ikhwannya kepengen, trus minjem raket kita, kitanya yg disuruh ngider. -dasaar lagian kaga mau bawa raket sendiri.


kesenangan melakukan aktifitas olahraga menurut saya menimbulkan sensasi sendiri. selain sehat, juga sangat memicu adrenalin. misal, di awal2 baru bisa berenang di tempat dalam bermula karena jenuhnya berenang di tempat cetek. alhasil di kelas 4 SD saya coba lah di tempat dalam, sambil bawa2 papan luncur. asik juga ya, kaki ngambang gitu, ga menjejak ke lantai. lalu timbul keadaan saya pernah hampir tenggelam. tapi itu jadi pacuan, untuk segera lepas dari papan luncur. akhirnya, beneran dilepas deh. awalnya masih pegangan di pinggir kolam renang, terus belajar untuk gerakkin kaki terus menerus. masih timbul tenggelam sih, tapi lama kelamaan jadi ngambang sendiri. yes berhasil! senang bukan mainjuga saat challenge untuk berenang gaya punggung. ini disebabkan saya ngiri ngeliat adek saya udah bisa duluan. saya coba, yassalam tenggelam mulu. saking geregetan saya tanya, "gimana sih caranya?" dijawab adek, "yaudah lu tinggal balikin badan, coba telentang terus gerakkin kaki sama tangan" dicoba terus, terus.. tetep tenggelem. saya lupa usaha keberapa dan berenang berapa kali saya baru bisa gaya itu. asyiknya, itu jadi gaya favorit kalo lagi berenang di laut. :))))


sampai, kesenangan itu dibayar mahal ketika saya memutuskan berjilbab. susah mencari tempat renang di daerah depok yang mensupport kebutuhan untuk muslimah yg suka berenang. alhasil dari 4 tahun yang lalu, saya baru sekali berenang.. ke laut pun, cuma duduk2 di pinggir pantai. huhuhu *jujur saja sedih sekali. itupun kolam renang yg hampir sesuai kriteria hanya tersedia di daerah tebet. cuma sekali saya kesana, kolam renangnya enak lumayan tertutup walau outdoor karena dinding pembatas gedungnya tingginya sampai 4 meteran. cuma, buat saya itu masih sangat kurang. kurang besar kolamnya. ya, bagi pecinta renang, kolam renang besar adalah kebutuhan mutlak untuk menghilangkan dahaga untuk berenang. makanya kalo diajak kesana, saya rada enggan.
jadi cuma renang saja yang tidak dilakukan dalam kurun waktu 4 tahun ini, voli dan badminton masih walau sesekali. itu juga yg jadi pemikrian saya, kenapa saya ga coba buka bisnis Kolam Renang Indoor yg pokoknya mensupport segala keinginan perenang sejati ~ceilaa. tentu, akan saya pisah jadwal renang bagi laki-laki dan perempuan. pokoknyaa tempaatnyaa nanti amat besaar. sekalian cita2 sih selain bikin ukuran olympic standart, juga mau nyediain kolam yg buat para pemula-baru belajar renang. jd ga rebutan tempat hehe. sekalian rencananya ada kolam khusus ibu2 hamil yg mau berenang, tempat anak2, juga buat para diver, yg akan mengambil lisensi menyelam. fyi, untuk mendapatkan lisensi menyelam itu dilakukan justeru di sebuah kolam renang besar dengan hampir kedalaman mencapai 10 meter. nah, lumayan kan tuh. sebuah peluang selain tentunya juga nanti saya yg seneng memiliki tempat untuk menuntaskan dahaga renang itu sendiri.. yah, memang masih jangka panjang sih. karena investasinya pasti besar sekali. semoga nanti, akan bisa terwujud. Aamiin.

regards,
Rayung ^^

Rabu, 30 Januari 2013

Bad Rules (Fenomena Peraturan Daerah)

kemarin seperti biasa pulang kerja, karena kepala pusing macam mual mual afternoon sickness gitu (kaya orang hamil aje :p) akhirnya melipirlah saya ke pojokkan stasiun sudirman bersama seorang kawan menikmati sepiring gorengan dengan saus kacang pedas yang diharapkan membawa dampak mengurangi pusing saya itu.  apadaya, dengan jdwal kereta yg telat-telat mulu dan melihat tumpukkan penumpang gak berkurang2 serta kepala yang masih belum reda pusingnya ini, melipirlah lagi saya ke salah satu convenience store langganan, Lawson yg ada di Jalan Blora.

ngapain? minta dijajanin jayfura sama kawan saya itu haha. ketika jayfura sudah di tangan dan hendak membayar di kasir, disamping saya persis ada pelanggan lain yg hendak membayar juga. yang buat saya bergidik, dia menaruh dua botol minuman keras di depan saya, sebut saja merek guinness dan apa tau satu lagi. menaruhnya di meja kasir tanpa ada perasaan dosa atau apapun. oke saya tahu itu mungkin hak dia, itu uang dia untuk membeli minuman tersebut. tapi apa? Ya Tuhan, saya melirik ke arahnya. umurnya belum mencapai dua puluh tahunan, bahkan saya rasa 17 tahun pun belum. saya cukup lama memperhatikannya, sementara kawan saya itu membayar jajanan kami. sambil keluar dari store itu, pikiran saya melanglang kemana2. sampai saya bersuara sendiri tiba2 tidak hendak mengobrol dan tercekat kepada kawan saya itu, "Mbak, tadi lihat apa yg dibeli anak itu tadi? bir.. sebuah bir..."

Ya Tuhan, saya menghela nafas. betapa mudahnya sekarang mendapatkan sebuah botol minuman laknat itu. tinggal datang ke convenience store terdekat, ambil di rak minuman dingin dan taraaaa, berjejal merk-merk botol dan kaleng minuman keras tinggal dipilih. menyesakkan rasanya melihat deretan itu, yg kadang tanpa saya sadar saya suka bergidik atau mengangkat alis ketika mata menyusuri pilihan minuman ringan yg hendak dibeli. sebuah fenomena di sudut jakarta.

ya di Jakarta, kenapa harus Jakarta? karena Peraturan Daerah-nya membolehkan. catat itu, M-E-M-B-O-L-E-H-K-A-N perdagangan miras-miras di penjuru kota Jakarta. maka jangan heran, kau datang saja ke sudut lawson atau seven eleven atau Indomaret ketika waktu hampir menjelang 9 malam.. banyak pemuda-pemudi yg akan menyesap minuman-minuman gila itu. pemuda-pemudi ibukota meramaikan dunia malam dengan semburan asap rokok dan sesapan minuman memabukkan.

malam itu, juga sebenarnya tidak ada hak saya melarang anak itu membeli minuman. tidak juga memarahi mas-mas penjaga toko atau mas-mas kasirnya. tidak, bukan. harusnya yang saya marahi sang Pembuat Aturan Daerahnya. siapa? Gubernur DKI. Orang yang paling bertanggungjawab dengan memperbolehkan menjual minuman keras di daerah Ibukota.

berjarak jauhnya 30 km dari ibukota, di kota yang terkenal dengan buah khasnya Belimbing, Kota Depok. kalau disadari kalian tidak akan pernah melihat hal macam diatas. itu bukan tanpa sebab, Peraturan Daerah yang dibuat oleh Walikota dan Jajarannya melarang keras adanya penjualan minuman keras dengan jarak 1 km dari Masjid dan Sekolah. Masjid dan Sekolah adalah bangunan paling banyak yang ditemukan dengan jarak 1 km dari bangunan apapun di seantero Depok, dan itu berarti tidak akan ada yang namanya penjualan miras di kota ini. kita akan dengan nyaman sekali berbelanja tanpa perasaan bergidik atau tercekat macam saya diatas. ya itulah fenomena yang saya temukan di dua kota berbeda.


sebuah berkah untuk kota yang Pemimpinnya menerapkan peraturan demi menjaga penduduknya jauh dari kemaksiatan. karena itulah mengapa, Pemerintah yang baik, maka Rakyatnya pasti akan baik.


karena Bekerja Untuk Indonesia itu, tidak setengah-setengah.


rayung,
30 Januari 2013







Senin, 22 Oktober 2012

kadang mimpi bisa jadi petunjuk (ceilaa)

bismillah.

apakabar? setelah 2 hari terbebas tanpa social media, kini saya come back again untuk utak atik tulisan, yak saya kembali ngariung di mari, setelah sempat deactivate, ganti nama blog, sampe deactivate lagi gegara suatu hal (yg yaah gtuu deh, gak kece pokoknya). apa tuh? hmm itu, gmana ya ceritanya, gara2 catatan saya yg waktu ntu terlalu amat blak-blakan (mengenai perasaan saya-dan catatan itu kini berakhir di daftar draf tulisan-tidak akan di publish lagi pfiuhh) secara mengejutkan dibaca oleh seorang kaka tingkat, kaget. bukan apa2 soalnya abis itu sikapnya berubah 180 derajat, dia unfollow saya, yah dan sebagainya lain gitu. sedih jujur saja. soalnya dia orang yg baik, dan memang begitu. saya cuma takut kalo ada kata2 di post saya yg bikin dia jd bgtu. saya tanya sm kaka tingkat yg lain, ya, ternyata memang kaka itu berubah. entah kenapa. saya cuma takut, kalau.. kalau... saya menghempaskan perasaan orang. yassalam. izzah saya rasanya gak ada. harus apa? sungguh pengen balik lagi kaya semula. *saya banyak dosa kayanya T__T
~nevermind

ehtapi, sebenarnya bukan itu yg mau saya ceritakan di catatan saya ini. trus apah? yep, jd kapan ya, minggu lalu kayanya saya mimpi! ya saya dikasih mimpi sama Allah. mimpi indah (harusnya). iya, harusnya sih indah, tp saya ngerasanya beda. sampe menggigil gitu. emang mimpi apasih? itulo mimpi nikah. N-I-K-A-H. mimpi nikah yang pertama! (okeh saya lebay). hah? ya gitu deh, Allah ngasih tiba-tiba mimpi itu, jadi persisnya itu kejadian saya sebelum H-1 hari pernikahan saya (sm siapa? mau tau aja :p yang jelas orangnya baru saya kenal #apeu --,--"). engingeng, pokoknya dalam mimpi itu segala persiapan sudah matang, udah sip pokoknya, udah siap semua, bajulah dsb., terus yg terjadi kemudian, saya lagi berdiri di depan baju pengantin (and u know what , bajunya ala barat lhoo.. mimpinya aneh emang --,--") saya pegangin bajunya, trus tiba-tiba saya mikir, "Ya Allah, besok saya udah nikah, udah jd istri orang, dia ya yg akan jd suami saya, dia yg akan jagain saya, semua tanggungjawab diri saya ada di dia, dia juga yg akan tahu semua tentang diri saya, luar dalam. dia yang...... juga dia.... (udh ga bisa berkata apa2 lagi)." pokoknya tercekat gitu, trus saya menggigil, iya saya menggigil, yang sebegitunya. pokoknya ketakutan. kaya belum siap. tangan saya jadi biru2 gitu, kaya orang semaput kedinginan (biasanya ini emang gejala saya sih klo lg nervous tingkat tinggi). saya belum siap. iya pokoknya di dalam mimpi saya kaya ga siap untuk nikah, bukan untuk secepat ini. dan terus saya terbangun. sudah selesai mimpinya. cepat, jelas dan gamblang tergambar di pikiran saya. saya masih bisa merasakan se-menggigil apa saya waktu di mimpi. duh gusti. mimpi ini petunjuk ya, mungkin, saya rasa begitu. saya baru saja ingat, ini mimpi saya dapatkan di malam pertama dauroh perpisahan kampus. --,--" duh yung, salah makan apa dah.

dan detik ini juga saya merasa, itu seperti teguran, untuk tak gampang menyatakan diri siap menikah. ternyata, di mimpi saja saya masih sekalut itu, ketakutan yg begitunya. bagaimana jika saya sekarang sedang berproses menuju sana? entah. wallahu'alam. saya jd menggigil tiba2 nih nulis beginian. brrr.. ya pokoknya itu, untuk berproses kesana ternyata tak segampang berkata, "Saya siap.." ada proses2 lainnya yang menyertai, tentang tsaqofah kita, tekad, menjadi pribadi yang siap dilepas dari orangtua, menjadi calon istri yang tak sekedar bahwa bisa menjadi pasangan yg serta merta yakin sesuai teori2 di buku. dan ya begitulah.

"kalau memang sudah siap, pasti, pasti Allah akan buka jalan.." begitu nasihat seorang kaka kepada saya. dan ya kini saya sadari.. mungkin, kelak, jika memang benar saya sudah siap. Allah akan kasih saya mimpi pertanda lagi. semoga. jadi gak bakal keringetan dingin menggigil gitu. mungkin di mimpi saya bakal cerah ceria merona gitu deh (ceilaaaa *genit lu).. hahaha.

well itu saja yang mau saya ceritakan. capek. mau pulang kerja. udah ya, ntar kapan2 lanjut lagi.. hehe, dadah.
wassalam..


regards,
ryw


sweet part :D

bismillah..
ekheem. mmm, cuma mau bilang kalo mau buat saya melambung tinggi mbok ya jangan di depan khalayak ramai (baca: media sosial). ya ndak masalah sebenernya kalo ndak ada yang tau, lha ini kayanya ada yang ngeh deh. tau ndak saya baru baca itu pesannya hari ini, dan suer saya ketawa ngakak.. sambil mesem-mesem merona gtu (yiaks). ah tapi, kok berani banget sih? kok berani-beraninya? ~~~~syalalala 

eh suer udah ah, makin lama makin gelo entar ini tulisan.. cuma mau ngasih tau itu aja. well ditunggu ya, tulisannnya (yg baru.. fresh ).
ciao....



regards,
ryw

Kamis, 20 September 2012

-begitulah-

Hati kamu mungkin memilihku, seperti juga hatiku yang telah memilihmu,. Tapi... hati bisa bertumbuh dan bertahan dengan pilihan lain...
"Makanya, aku lebih pilih diam.. aku bertahan dengan pilihanku.. menjaga sebisa mungkin, walau hati porak-poranda.."
yak, yang porak poranda... dadah hati yang lama..

Sabtu, 25 Agustus 2012

#Mata Ketiga Cinta

Aku telah berjuang untuk melupakanmu
Seperti baru kemarin kau datang dan kita bicara
sambil menatap ubin, dinding dan pohon jambu itu
Kau bilang tak mungkin, sebab
ada yang lebih penting kau selesaikan
Seperti angin yang tak sadar disapa waktu
aku berpura tak mendengar
Dia akan datang, kataku
Tapi katamu, kau akan datang setelah urusan selesai.
Bagaimana kalau dia yang tiba lebih dahulu?
Siapakah yang harus kuabaikan?
Siapa yang perlu kulupakan?
…..
(Helvy Tiana Rosa)



Kamis, 23 Agustus 2012

karena yang aku tahu,
"aku akan memperjuangkan seseorang yang menemaniku di kala mendaki, dan bukannya yang menungguku ketika di puncak . . ."

dan begitupun padamu, aku akan melakukan hal yang sama . . .


*lagi ngawur